Dele Alli sulit dilepas Spurs, Christian Eriksen bisa jadi kunci transfer

Bola Gila – Tottenham Hotspur dikabarkan enggan mengizinkan transfer Dele Alli pada Januari, meski gelandang berusia 24 tahun itu dibuat frustasi dengan minimnya waktu bermain di bawah Jose Mourinho.

Agen Dele Alli saat ini sedang menjajaki kemungkinan menemukan klub baru untuk kliennya, dengan gelandang Inggris tersebut telah dikaitkan dengan kepindahan ke PSG setelah kedatangan Mauricio Pochettino.

Spurs hanya akan rela melepas Alli jika ada kesepakatan permanen dengan harga tinggi, menolak kesepakatan pinjaman karena tidak ingin skuad Mourinho kekurangan pilihan pemain untuk paruh kedua musim ini. .

Manajer asal Portugal itu kehilangan salah satu gelandangnya Giovani Lo Celso karena cedera hamstring, yang membuatnya absen hampir sepanjang Desember dan pemain berusia 57 tahun itu tahu dia membutuhkan banyak pemain karena jadwalnya yang padat, tujuh pertandingan sepanjang Januari.

Berita Sepak Bola Terbaru
Meski tanpa Ibrahimovic, lini serang Milan masih waspada untuk Juventus
Meski bukan pertandingan yang menentukan, Milan tetap mengejar kemenangan melawan Juventus
Performanya kembali tajam, Atalanta masih diminta mewaspadai ancaman Parma
David Beckham harus mengganti nama klubnya menjadi Inter Milan

Jadi harapan Dele Alli untuk transfer bergantung pada kemungkinan Spurs mencari penggantinya. Mereka bisa saja mengambil kembali Christian Eriksen dengan status pinjaman dari Inter, tapi itu sulit terjadi.

Inter kemungkinan besar akan menjual gelandang asal Denmark tersebut secara permanen, sementara ada beberapa klub yang juga berminat pada Eriksen, termasuk Wolves dan mantan klub sang pemain, Ajax Amsterdam.

Di sisi lain, Mourinho mengaku tidak menyangka akan menambah pemain baru karena krisis kesehatan berdampak besar pada kondisi keuangan klub, yang membuat mereka tidak bisa dengan mudah mengeluarkan transfer. Dele Alli terikat kontrak hingga Juni 2024 dan sebagai gantinya dia akan dipaksa untuk tinggal tanpa ditawari kesepakatan permanen.

“Saya tidak berharap, tidak,” ucapnya tentang transfer Januari ini. “Kali ini tidak mudah. Klub berusaha keras sepanjang musim panas untuk membangun skuad yang bagus. Sejujurnya, jika ada transfer maka itu akan menjadi kejutan besar bagi saya. Saya merasa tidak berhak meminta sesuatu. "

Ambisi Milan dan Juventus Buru Bintang Lazio Sulit Terlaksana

Gila Bola – Ambisi dari AC Milan serta Juventus untuk memburu bintang Lazio asal Spanyol, Luis Alberto kabarnya akan sangat sulit terlaksana terlebih karena sang pemain baru saja menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2025.

Pesona dari gelandang serang milik Lazio, Luis Alberto memang sangat menarik minat beberapa klub besar baik di Serie A maupun Eropa. Dari tim-tim yang meminatinya, kabarnya dua raksasa Italia, yakni AC Milan serta Juventus ternyata memiliki minat paling tinggi untuk memboyong sang pemain.

Hubungan yang kurang baik antara manajemen klub dengan sang pemain baru-baru ini akibat komentar pedasnya mengenai keputusan Lazio melakukan pembelian pesawat pribadi sepertinya belum membaik. Situasi tersebut menurut beberapa media Italia membuat Milan maupun Juventus berusaha mencari jalan apakah masa depan dari sang pemain memang masih terjamin.

Namun, biarpun ketertarikan dari skuad Merah Hitam serta Si Nyonya Tua memang benar adanya, tetapi menurut Calciomercato.it peluang terjadinya transfer masih sangat sulit. Kendala utama saat ini adalah karena sang pemain sendiri sebelum hubungannya memanas dengan manajem klub sudah terlebih dahulu menandatangani kontrak baru hingga 2025.

Berita Terkini:
Ambisi Milan dan Juventus Buru Bintang Lazio Sulit Terlaksana
Bek Andalan Roma Ingin Timnya Incar Lebih dari Posisi Empat Besar
Thiago Alcantara Tekad Kembali ke Liverpool Sebelum Tahun Baru
Mampu Ikut Latihan Tim, Ibrahimovic Masih Belum Pasti Perkuat Milan Hadapi Sassuolo

Kondisi tersebut tentu membuat posisi Lazio untuk mempertahankan bintangnya menjadi sangat kuat, dimana mereka bisa meminta harga mahal bagi tim yang ingin memboyongnya. Satu lagi kendala utama adalah tim asuhan Simone Inzaghi akan sangat keberatan untuk melepas bintangnya tersebut kepada salah satu rival mereka, terutama pada pertengahan musim.

Meskipun kesulitan tersebut tidak mematahkan minat dari Milan maupun Juve, tetapi setidaknya untuk Januari nanti memang peluang terjadinya transfer akan sangat kecil. Kemungkinan baru bisa terjadi jika manajemen Lazio memang benar-benar kecewa terhadap Alberto dan memutuskan untuk menjualnya.

Jika hal itu sampai terjadi, selain kendala dari segi finansial bisa jadi persaingan untuk mendapatkan sang pemain akan semakin ketat karena PSG mungkin akan ikut bersaing. Selain itu, tidak menutup kemungkinan beberapa klub besar lain juga akan mengajukan tawaran jika mengetahui bahwa pemain dengan kualitas seperti  Alberto memang masuk daftar jual dari Lazio.

Frank Lampard Memutuskan Segalanya Sulit Menjelang Chelsea Pergi ke Burnley

Bola Gila – Frank Lampard harus memutuskan hal-hal sulit terkait kedua pemainnya; Antonio Rudiger dan Hakim Ziyech, jelang perjalanan Chelsea ke Burnley akhir pekan ini.

The Blues baru saja beraksi di Liga Champions dan mengalahkan Krasnodar 4-0 tanpa balas pada Kamis (29/10). Mereka kemudian akan bertanding di Burnley di Liga Premier pada pertengahan pekan.

Lampard harus memutuskan apakah akan memberikan Ziyech debutnya di Liga Premier setelah pemain internasional Maroko itu mencetak gol melawan Krasnodar.

Mantan bintang Ajax itu mencetak gol pertamanya untuk The Blues, dalam kemenangan Chelsea 4-0 tanpa balas di Krasnodar. Ia mencetak gol ketiga Chelsea pada pertandingan tersebut, menyusul gol-gol dari Callum Hudson-Odoi dan Timo Werner, sebelum akhirnya Christian Pulisic melengkapi the Blues & # 39; koleksi gol melawan klub Rusia.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Demi kejayaan Real Madrid, bentrok antara Benzema dan Vinicius
Mourinho: Jika Saya Bisa Mengubah 11 Pemain Tottenham, Saya Mengubah Segalanya
Pemain termahal Arsenal itu mencetak gol yang membuktikan harga 1,3 triliun tidak sia-sia
Hanya Zlatan Ibrahimovic yang gagal mengeksekusi penalti untuk Milan dan masih tertawa

Hasil tersebut juga memberikan posisi kuat bagi skuad Frank Lampard untuk melaju ke fase berikutnya di ajang bergengsi Eropa tersebut, jelang laga mereka di Turf Moor akhir pekan ini.

Dan Lampard, yang timnya berada di peringkat 10 klasemen Liga Inggris, harus memutuskan apakah dia akan mempertahankan Ziyech melawan Clarets. Dia juga masih bertanya-tanya siapa yang akan menjadi bek tengah setelah Rudiger membantu The Blues membukukan clean sheet di Rusia.

"Saya sangat senang dengan penampilan Rudiger dan Kurt Zouma," kata Lampard, seperti diberitakan LanscLive.

“Mereka kebanjiran pujian dari pemain lain setelah clean sheet. Saya tidak ragu dengan permainan Toni. Dia sudah berlatih keras dan profesionalismenya sangat jelas sejak saya mulai di sini, dan tentunya dalam beberapa minggu terakhir. Saya senang melihat tingkat konsentrasi, serta empat pemain di belakang saya, dan juga Mendy, "kata Frank Lampard.

“Tingkat konsentrasi yang memungkinkan kami menjaga clean sheet. Ke depan, kami membutuhkan lebih dari dua bek tengah. Kami memiliki Thiago Silva di rumah, kami memiliki (Fikayo) Tomori dan (Andreas) Christensen di skuad ini, "tambah pelatih berusia 42 tahun itu.

"Tidaklah muda untuk membuat lima bek tengah kami bahagia di klub ini, tetapi kami membutuhkan pemain dengan tingkat persaingan yang kami lihat di lapangan hari ini yang dapat membuat kami terus maju," kata mantan pelatih Derby County.

Sumber: Frank Lampard Memutuskan Segalanya Sulit Menjelang Chelsea Pergi ke Burnley
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Andrea Pirlo Mengungkapkan Mengapa Melatih Lebih Sulit Baginya Daripada Bermain

Bola Gila – Pelatih baru Juventus, Andrea Pirlo, telah mengungkapkan bahwa melatih lebih sulit baginya daripada menjadi pemain karena saat ini ia tidak dapat langsung melakukan apa yang ia ingin lakukan dengan bola di lapangan.

Terpilihnya Andrea Pirlo menjadi pelatih utama tim senior Juventus beberapa bulan lalu membuat banyak pihak terkejut dan hingga kini masih menimbulkan kontroversi dan banyak pertanyaan. Tak pernah punya pengalaman menangani tim profesional mana pun, penunjukan Pirlo memang dianggap judi dari Si Nyonya Tua yang bisa berakhir sukses atau gagal total.

Bagi Pirlo sendiri, dirinya tentu menyadari tanggung jawab baru yang dihadapinya dan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mewujudkan ambisi klub, meski diakuinya melatih bukanlah hal yang mudah. Dalam wawancaranya dengan UEFA, Pirlo sendiri mengatakan bahwa baginya sebenarnya menjadi seorang pelatih jauh lebih sulit dibandingkan saat menjadi pemain.

Menurut mantan gelandang elegan ini, jika menjadi pemain ia akan bisa langsung melakukan apa yang diinginkannya dengan bola secara langsung. Sementara itu, saat ini, dia bisa mengatur pemainnya, tapi bukan dia yang menentukan di lapangan tapi timnya.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Batalkan peminjaman Arsenal, William Saliba bisa dibiarkan membusuk di bangku cadangan
Setelah 7,5 triliun, Man City masih mengincar bek Argentina rekan setim Messi itu
Andrea Pirlo Mengungkapkan Mengapa Melatih Lebih Sulit Baginya Daripada Bermain
Dipastikan bakal absen untuk membela Argentina, penyerang andalan Juve itu masih belum kembali lebih awal

Hal itulah yang menurutnya membuat tugas menjadi pelatih jauh lebih sulit karena membuat pemain sulit mengartikan keinginannya. Selain itu, dia sekarang juga harus bisa membuat para pemainnya menyadari gaya permainan yang dia inginkan hanya dari bangku cadangan.

Kondisi ini membuat Pirlo menilai pekerjaannya dalam latihan jauh lebih menegangkan dibanding saat masih bermain. Beruntung bagi sang juru taktik muda, ia sangat dibantu oleh para pemain di Juve, terutama punggawa senior yang juga pernah menjadi mantan rekan setimnya.

Mantan pemain AC Milan itu menuturkan, anak-anak asuhnya sangat menerima posisinya yang kini menjadi pelatih dan bukan pemain lagi. Bagi Pirlo, pengalaman para pemainnya akan menjadi sesuatu yang akan sangat membantunya melalui musim barunya bersama Juventus.

Sumber: Andrea Pirlo Mengungkapkan Mengapa Melatih Lebih Sulit Baginya Daripada Bermain
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Juventus Bakal Sulit Juara Dilatih Andrea Pirlo

Gila Bola – Gianluca Vialli menyatakan dirinya tidak yakin musim 2020/21 ini Juventus bisa memenangkan gelar juara bergengsi di bawah arahan Andrea Pirlo.

Selama berkarier untuk raksasa Liga Italia, Gianluca Vialli mempunyai catatan yang bagus dengan menjuarai Serie A, Coppa Italia, Supercoppa Italiana, Piala Super UEFA, dan membawa Si Nyonya Tua memenangi Liga Champions 1995/96.

Trofi terakhir itu sendiri hingga kini masih sulit diraih oleh kubu Juventus. Hal ini pun membuat sang legenda tidak begitu yakin musim ini mereka bisa mendapatkan gelar di bawah arahan Andrea Pirlo.

Bahkan dia pun menilai penantang mereka seperti Inter Milan, Atalanta dan Napoli yang lebih memiliki peluang untuk mengamankan trofi Serie A.

Berita Bola Terbaru:
Juventus Bakal Sulit Juara Dilatih Andrea Pirlo
Frenkie de Jong Dikritik Koeman, Begini Responnya
Beraninya Cavani, Baru 5 Hari Sudah Nasihati Pemain Manchester United
Liverpool Lega, Thiago Keluar dari Isolasi Jelang Bertemu Everton

Berbicara kepada La Gazzetta dello Sport, Gianluca Vialli yang juga pernah berkarier untuk Chelsea itu mengatakan musim ini Juventus tidak akan mudah untuk memenangkan trofi bergengsi.

Dia sendiri memang tidak bisa memprediksikan siapa yang bakal menjadi juara, namun tahun ini dia sangat optimis akan sedikit berbeda pada kompetisi liga domestik. Menurutnya, untuk memenangkan gelar juara Serie A tim lain juga mempunyai kesempatan.

Usai membahas Juventus, Gianluca Vialli juga mengungkapkan bahwa dirinya terkesan dengan penampilan yang ditunjukkan oleh Atalanta. Dia menilai tim asuhan Gian Piero Gasperini mempunyai gaya bermain yang sangat bagus. Ditambah lagi mereka juga bermain penuh dengan semangat dan berani.

Gianluca Vialli juga kagum dengan penampilan Papu Gomez. Menurutnya, pemain asal Argentina itu terus menunjukkan peningkatan setiap musimnya dan sudah memberikan perbedaan besar untuk Atalanta. Tak ayal, dia merasa sang pemain layak untuk meraih Ballon d’Or.

Sementara itu, Juventus sendiri saat ini masih menempati urutan kedelapan klasemen. Dari dua laga yang sudah dilakoni masing-masing meraih kemenangan dan hasil imbang. Sebagai informasi, usai jeda internasional anak asuh Andrea Pirlo akan melawan Crotone pada 18 Oktober mendatang.

Sumber: Juventus Bakal Sulit Juara Dilatih Andrea Pirlo
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola