Juventus dinilai salah membeli pemain

Bola Gila – Mantan Bologna, Paolo Stringara menilai kubu Juventus tidak perlu mendatangkan Federico Bernardeschi dari Fiorentina.

Federico Bernardeschi didatangkan oleh raksasa Liga Italia pada 2017 dengan durasi kontrak lima tahun. Klub asal Turin ini tertarik dengan penampilannya yang mengesankan bersama Fiorentina.

Namun, sejak berseragam Juventus, sang pemain gagal menunjukkan permainan terbaiknya. Bahkan Federico Bernardeschi kesulitan bermain reguler di tim utama.

Tak ayal, Si Nyonya Tua dianggap salah membeli pemain. Paolo Stringara juga menyebut dia bukan pemain bagus. Menurutnya, dirinya biasa saja.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Tanpa Salah, Firmino, Mane, Diogo Jota Curi Perhatian Liverpool, Korban Fabinho
Target Transfer Chelsea, Skor Inter 2 Gol Tadi Malam, Sudah 5 Gol dan 3 Assist
Inkarnasi Ronaldo selamatkan Atletico Madrid, tunjukkan kegigihan tim
Borussia Monchengladbach 2-2 Real Madrid, diselamatkan oleh dua gol telat!

Berbicara dengan TMW, Paolo Stringara mengatakan Federico Bernardeschi tidak pernah menunjukkan performa terbaiknya selama berada di Juventus. Menurutnya, winger sepertinya sangat bisa diandalkan di timnya. Namun, ia menilai sang pemain belum pernah menunjukkan dirinya sebagai pemain top.

Bersama Bianconeri, Federico Bernardeschi telah tampil dalam 243 penampilan, mencetak 45 gol. Padahal pada musim 202/21 ini, sang pemain telah diberikan kesempatan untuk bermain dalam 3 pertandingan oleh Andrea Pirlo.

Usai berdiskusi tentang pemain Juventus, Paolo Stringara yang pernah bekerja untuk Inter Milan juga mengomentari rekrutan baru klubnya, Christian Eriksen.

Seperti diketahui, pemain internasional Denmark itu dibeli dari Tottenham Hotspur pada Januari 2020. Namun, hingga saat ini dirinya masih kesulitan beradaptasi dengan Inter Milan. Tak ayal, Christian Eriksen kerap dikritik dan di bursa transfer musim panas lalu dikabarkan ingin dilepas oleh Nerazzurri.

Paolo Stringara juga menyebut ada dua faktor yang membuatnya tidak bisa beradaptasi, yakni pemain yang kurang percaya diri dan tidak mendapat dukungan dari Antonio Conte. Diketahui, eks pelatih Juventus itu jarang memberi kesempatan kepada Christian Eriksen untuk tampil selama 90 menit.

Sumber: Juventus dianggap salah membeli pemain
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Achraf Hakimi ingin membuktikan bahwa Inter Milan tidak salah dalam memilih

Bola Gila – Bek sayap Maroko Achraf Hakimi mengaku ingin membuktikan dirinya di Inter Milan, karena merasa sangat terhormat dipercaya bisa memperkuat mereka.

Mampu menampilkan penampilan yang cukup mengesankan selama dua masa pinjamannya bersama Borussia Dortmund, Acraf Hakimi tetap tidak dipercaya oleh Real Madrid. Namun, sang pemain telah menjadi sosok yang diidam-idamkan Inter Milan, yang tanpa ragu langsung mendatangkannya pada bursa transfer musim panas lalu.

Kepercayaan yang diberikan kubu Inter ternyata membuat Hakimi merasa senang sekaligus tersanjung. Hal tersebut diungkapkan sang pemain dalam perbincangannya dengan beIN Sports, di mana bek asal Maroko tersebut mengaku akan merasa bangga karena bermain di tim legendaris yang juga memiliki banyak mantan pemain hebat.

Ingin membalas rasa terima kasih atas kepercayaan besar yang telah diberikan, Hakimi mengaku ingin menunjukkan dan membuktikan bahwa Inter tidak melakukan kesalahan dengan membelinya secara permanen dari Madrid. Pemain berusia 21 tahun itu pun mengaku senang bisa bermain di Serie A dan yakin bermain di sana akan membuatnya tumbuh dan menjadi pemain yang lebih baik.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Cuma 5 menit, kabar baik dan buruk buat Liverpool di kandang Everton
Achraf Hakimi ingin membuktikan bahwa Inter Milan tidak salah dalam memilih
Barcelona Waspada, Getafe Bertekad Akhiri Rekor Sembilan Tahun
Liverpool meminjamkan Wonderkid mereka ke Blackburn meski terdaftar di Liga Champions

Lebih lanjut, Hakimi juga mengakui bahwa faktor Antonio Conte sangat besar dalam menentukan pilihannya untuk menerima lamaran Inter. Kekaguman Conte pada gaya permainan mantan pemain akademi Madrid itu meyakinkannya untuk memilih bergabung dengan Nerazzurri ketimbang klub lain yang juga tertarik padanya.

Hakimi disebut-sebut cukup menarik bagi beberapa klub musim panas lalu, tapi Inter lah yang terlihat paling serius untuk mendatangkannya. Hal ini terlihat dari keberanian mereka untuk mengajukan tawaran untuk mengontraknya secara permanen tanpa menggunakan metode pinjaman sama sekali.

Pasukan Biru dan Hitam harus merogoh kocek Rp 692 miliar untuk memboyong bek berusia 21 tahun itu merumput di San Siro musim panas ini. Gaya bermain eksplosif Hakimi sebagai full-back sangat sesuai dengan formasi dan juga gaya bermain Conte yang kerap mengandalkan serangan dari sektor sayap belakang.

Sumber: Achraf Hakimi ingin membuktikan bahwa Inter Milan tidak salah pilih
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola