Bermain Seri, Everton Pernah Puncaki Klasemen, Sekarang Turun ke-7 di Liga Inggris

Bola Gila – Siapa sangka James Rodriguez dan kawan-kawan pernah menduduki peringkat pertama klasemen Liga Inggris pada pekan keempat hingga keenam, sebelum perlahan-lahan melorot dan kini menempati posisi ketujuh usai bermain imbang 1-1 di Burnley, Sabtu (5/12). ).

Tim asuhan Carlo Ancelotti hanya mampu bermain imbang 1-1 pada pekan 11 Premier League, Sabtu (5/12) malam melawan tim degradasi Burnley yang saat laga di Turf Moor dimulai, masih berada di urutan ke-19 di Premier League. Klasemen liga dengan hanya poin. hanya lima.

Everton bahkan unggul dengan gol cepat ketiga Robbie Brady sebelum Dominic Calvert-Lewin menariknya kembali di detik-detik terakhir injury time babak pertama. The Toffees tampaknya sedikit lebih dominan daripada tuan rumah, mendominasi penguasaan bola hampir 60 persen, melepaskan lebih banyak percobaan serangan dengan empat tepat sasaran, tetapi hanya satu gol. Sedangkan Burnley hanya 40 persen, dengan dua tembakan tepat sasaran.

Gol Calvert-Lewin datang dari Allan yang mencuri bola dari Ashley Westwood, sebelum ia mengoper bola ke arah Richarlison, sebelum pemain Brasil itu mengirim umpan silang di depan gawang tuan rumah dan dengan mudah diselesaikan oleh Calvert-Lewin.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Untuk Fokus di Liga Champions, Atalanta mengistirahatkan dua bintang di Serie A.
Bermain Seri, Everton Pernah Puncaki Klasemen, Sekarang Turun ke-7 di Liga Inggris
Barcelona Bertekad Terus Menang Rekor, Koeman Bawa 21 Pemain ke Cadiz
Hemat uang, Barcelona ingin mendatangkan gelandang Atalanta itu secara gratis

Sementara itu, gol yang dibobol pasukan Ancelotti di menit ketiga pertandingan di Turf Moor berawal dari kesalahan Abdoulaye Doucoure yang kehilangan bola akibat aksi Westwood dan mengopernya kepada Brady, sebelum melepaskan tembakan. tembakan dari jarak 25 meter dan mengecoh kiper Jordan Pickford.

Skor 1-1 dan perolehan satu poin membawa Everton naik satu posisi ke peringkat 7 klasemen Liga Inggris setelah sebelumnya berada di posisi 8 dengan 16 poin, lima kemenangan, dua kali seri, dan empat kekalahan. Pada pekan keempat hingga keenam Oktober 2020, The Toffees menempati posisi pertama klasemen Liga Inggris.

Gelandang Serang Palermo Ungkap Alasan Dirinya Pernah Tolak Pinangan Milan

Gila Bola – Gelandang serang andalan Palermo Filip Djuricic mengaku dirinya pernah menolak tawaran dari AC Milan beberapa tahun lalu, karena pada saat itu sang pemain belum siap untuk bergabung dengan tim Merah Hitam.

Sempat disebut sebagai salah satu talenta yang berbakat beberapa tahun lalu, nama Filip Djuricic memang sempat tenggelam sebelum dia kembali bersinar sejak bergabung dengan Sassuolo pada 2018 lalu. Sang pemain kini mengaku sangat menikmati bermain dengan tim asuan dari Roberto De Zerbi karena dia bisa kembali menampilkan permainan terbaiknya.

Sempat mengalami masa-masa yang mengecewakan saat di Benfica dan Sampdoria, Djuricic mengaku dirinya kini bahagia bisa menemukan klub yang tepat baginya di Sassuolo. Penampilan apiknya saat ini tentu membuat banyak orang bertanya mengapa dia tidak memperkuat klub-klub ternama, dan ternyata sang gelandang mengaku dia sempat didekati oleh raksasa Serie A AC Milan.

Djuricic mengungkapkan hal tersebut dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, menambahkan bahwa tawaran tersebut datang beberapa tahun lalu. Sang gelandang menyebutkan bahwa sempat dibujuk oleh Marco Van Basten agar bersedia bergabung dengan skuad Merah Hitam, tetapi saat itu pemain asal Serbia tersebut memilih untuk menolaknya.

Berita Bola Terbaru:
Man United Masih Ingin Datangkan Mesin Gol Mirip Robot Ini!
Aksi Bayar Gaji Maskot Arsenal Cuma Pencitraan, Mesut Ozil Tetap Dibekukan
Peran Besar Herrera Bantu Manchester United Dapatkan Edinson Cavani
Ronaldo Bakal Pecahkan Rekor Liga Champions, Tapi Seedorf Tetap Yang Pertamax!

Menurut Djuric saat itu dia merasa belum siap untuk bergabung dengan tim seperti Milan yang memang sedang mengalami krisis yang cukup berat. Kejadian tersebut tampaknya terjadi pada sekitar tahun 2013, dimana Van Basten yang mantan legenda I Rossoneri menjadi pelatih dari gelandang 28-tahun tersebut di SC Heerenveen.

Meskipun pada akhirnya saat lebih memilih berlabuh ke Benfica dan situasi yang dia alami di sana ternyata tidak baik, bukan berarti keputusan menolak Milan adalah hal yang salah. Djuricic mengaku bahwa tingkat stress di Benfica dan kemudian Sampdoria sangatah tinggi baginya pada saat itu.

Bermain dengan Milan tentunya akan memberikan tingkat stress yang lebih besar lagi, terutama jika sang pemain belum siap menghadapinya. Jadi pada akhirnya, mungkin memang sudah jalan yang tepat bagi Djuricic hingga kini dia bisa kembali menemukan form terbaiknya saat memperkuat Sassuolo.

Sumber: Gelandang Serang Palermo Ungkap Alasan Dirinya Pernah Tolak Pinangan Milan
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola