Ditekan Fonseca, Legenda AS Roma Bertahan

Gilabola.com – Daniele De Rossi menilai Paul Fonseca tidak pantas dikritik dan meminta suporter AS Roma berbahagia dengan penampilan sang pelatih.

Seperti diketahui, posisi pelatih asal Portugal bersama salah satu tim papan atas Liga Italia memang tidak aman. Ini tidak lepas dari hasil Giallorossi terkini.

Terakhir, tim asuhan Paulo Fonseca harus kalah 2-0 dari Juventus (6/2). Pertandingan yang berlangsung di Allianz Stadium, masing-masing dua gol oleh Cristiano Ronaldo dan satu gol bunuh diri dari Ibanez.

Dengan kekalahan itu, AS Roma terancam terlempar dari empat besar. Pasalnya, rival mereka Lazio dalam lima laga terakhirnya belum terkalahkan di Liga Italia dan kini poin mereka sama dengan i Lupi.

Berita terbaru:
Everton Dibuat Cemas Jelang Tottenham Hotspur
Deretan Lima Bek Tengah Terfavorit Bergabung dengan Manchester United Musim Depan
Eric Dier Mulai Mencadangkan, Pelatih Memberi Penjelasan
Jurgen Klopp Jengkel! Meminta bek Serie A mahal, Liverpool malah membeli bek murah

Meski terus mendapat tekanan, Daniele De Rossi menilai performa Paulo Fonseca di AS Roma sudah cukup baik.

Kepada awak media, Daniele De Rossi menyebut AS Roma masih berada di puncak klasemen. Menurutnya, tidak tepat performanya di klub dipertanyakan. Sang legenda mengakui bahwa sang pelatih memang sedang naik turun dan membawa mantan klubnya untuk bertarung melawan klub-klub top.

Namun, pria Italia itu mengatakan dia tidak bisa mengatakan mereka harus puas. Baginya, mereka harus mengincar sesuatu yang jauh lebih baik. Namun di sisi lain, permainan AS Roma dan hasil mereka sejauh ini bagus.

Menurut De Rossi, Paulo Fonseca merupakan pelatih yang berambisi menangani sebuah tim. Bahkan, ia mengungkapkan salah satu petinggi AS Roma senang dengan apa yang dilakukan sang juru taktik di Stadio Olimpico.

Hingga 21 pertandingan di Serie A musim 2020/21, kubu AS Roma meraih 12 kemenangan dan hanya selisih dua poin dengan Juventus yang menempati posisi ketiga.

Artinya, AS Roma masih memiliki peluang untuk menggantikan Si Nyonya Tua jika Paulo Fonseca mampu membawa timnya memenangkan laga melawan Udinese pada 14 Februari mendatang.

Legenda The Reds sangat senang karena Man Utd sekarang menjadi penantang gelar Liverpool

Bola Gila – Besar sebagai legenda Liverpool, Danny Murphy sebenarnya mengaku senang melihat rival klasiknya Manchester United yang kini menjadi rival utamanya. Orang Komunis dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini.

Kemenangan 2-1 atas Aston Villa pada Sabtu (2/1) dini hari WIB sukses membawa Manchester United mengimbangi poin Liverpool di puncak klasemen dengan 33 poin dari 16 pertandingan, bersama Ole Gunnar Solskjaer & # 39; Pria sekarang tak terkalahkan dalam 10 pertandingan liga terakhir.

Dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang setelah awal musim yang mengecewakan, banyak yang kini optimistis Bruno Fernandes dan kawan-kawan bisa memiliki peluang terbuka untuk merebut gelar pertama mereka sejak kemenangan pada 2013 di penghujung era Alex Ferguson.

Memang, sejak manajer legendaris Skotlandia itu pensiun, sudah delapan tahun berlalu Setan Merah mengalami pasang surut kinerja dan tidak pernah merasakan kejayaan lagi meski berganti manajer mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho dan kini Ole Gunnar Solskjaer.

Melihat persaingan klasik antara Liverpool dan Manchester United yang mulai meriah di musim ini, Danny Murphy mengaku senang dan menilai persaingan antara duo Merah ini lebih melegenda ketimbang pertarungan antara keduanya. Orang Komunis melawan Manchester City dalam beberapa tahun terakhir.

"Naluri alami saya tentu saja tidak mendoakan yang terbaik bagi Manchester United, tetapi saya harus menghargai upaya mereka dalam perebutan gelar musim ini, dan berbagi posisi teratas klasemen dengan Liverpool. Ini tentu saja akan terjadi. bagus untuk kompetisi, "kata legenda yang pernah memperkuat raksasa Merseyside itu antara 1997-2004.

Persaingan antara Liverpool dan Manchester City telah memikat dalam beberapa tahun terakhir tetapi tidak ada yang bisa menandingi persaingan antara Liverpool dan United, dua klub terbesar di negara ini. Kebangkitan United di bawah Ole Gunnar Solskjaer adalah contoh bahwa kesabaran bisa kebijakan terbaik terhadap seorang manajer. "

“Meski saya pikir mereka akan gagal musim ini, dalam persaingan panjang dengan 38 pertandingan, Liverpool dan Manchester City masih menjadi tim terkuat. Namun, Ole Gunnar Solskjaer kembali menjadikan Manchester United tim yang kompetitif. "

Legenda Inter Menyebut Mantan Klubnya Salah Membeli Pemain dari Tottenham

Bola Gila – Legenda Inter Milan Giuseppe Bergomi merasa mantan klubnya harus mendatangkan Son Heung-min atau Harry Kane dari Tottenham Hotspur dan bukan Christian Eriksen.

Keraguan akan kemampuan Christian Eriksen untuk beradaptasi dan menjadi pemain penting bagi Inter Milan terus bermunculan. Satu lagi nama yang mengungkapkan keraguannya adalah legenda dari Inter, yakni mantan bek tangguh pada masanya, Giuseppe Bergomi.

Dalam perbincangannya dengan Radio Nerazzurra, Bergomi merasa sistem permainan Inter di bawah asuhan Antonio Conte sepertinya tidak cocok dengan kemampuan Eriksen. Gaya permainan Conte juga sepertinya sulit diubah karena sangat menguntungkan kedua bomber Nerazzurri I yang perannya sangat penting bagi tim.

Bergomi juga menambahkan bahwa karena tidak bisa berperan dalam tim, Eriksen mengalami kesulitan dalam mengembangkan permainannya bersama Inter. Itu sebabnya sang legenda merasa tim Conte tidak boleh mendatangkan gelandang asal Denmark itu.

Berita Sepak Bola Terbaru:
Muller Terima kasih Hansi Flick
Gelandang muda Rennes tidak yakin akan pindah ke Real Madrid
Arteta Bocorkan Target Guardiola Usai Tandatangani Kontrak Baru
Legenda Inter Menyebut Mantan Klubnya Salah Membeli Pemain dari Tottenham

Untuk Bergomi hanya ada dua pemain asal Spurs yang menurutnya akan sangat cocok bermain di Inter saat ini, yakni Son Heung-Min dan Harry Kane. Keduanya dinilai punya kualitas yang pas dengan sistem permainan Conte ketimbang Eriksen.

Mantan bek tengah tangguh di masa jayanya itu juga merasa keputusan mendatangkan Eriksen lebih karena merupakan peluang di bursa transfer. Bergomi sepertinya tidak terlalu yakin jika Conte benar-benar ingin Inter mendatangkan eks bintang Ajax Amsterdam itu ke San Siro.

Namun, apapun yang terjadi saat ini keputusan mendatangkan Eriksen sudah terjadi dan Inter harus berusaha menangani situasi tersebut dengan baik. Sang pemain sendiri sudah beberapa kali mengungkapkan ketidakpuasannya dengan situasi yang dialaminya saat ini, dimana sulit baginya untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Itu sebabnya banyak suara yang menyebut sang gelandang bisa dilepas Inter pada bursa transfer Januari. Namun, sebelum itu terjadi masih ada cukup waktu bagi Eriksen untuk meyakinkan Conte jika memang pemain timnas Denmark itu masih ingin bertahan bersama Nerazzurri.

Sumber: Legenda Inter Menyebut Mantan Klubnya Salah untuk Membeli Pemain dari Tottenham
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola