Nominasi Penyerang Terbaik Liga Champions: Harusnya Gnabry, Bukan Duo PSG

Gila Bola – UEFA akhirnya telah merilis daftar calon nominasi pemenang penghargaan Liga Champions untuk tiap posisi, dengan sang juara Bayern Munchen mendominasi daftar dengan tujuh wakil.

Kiper Manuel Neuer, trio bek Joshua Kimmich, Alphonso Davies, dan David Alaba, duo gelandang Thiago Alcantara dan Thomas Muller, serta striker Robert Lewandowski semua masuk dalam daftar nominasi.

Tapi kendati sudah mengirim tujuh wakil dalam daftar nominasi penghargaan Liga Champions, absensi winger Serge Gnabry dalam daftar adalah sebuah keputusan yang mengejutkan.

Pemain internasional Jerman itu menariknya absen dari tiga nominasi penyerang terbaik Liga Champions musim 2019/2020, kalah dari duo Paris Saint-Germain Neymar dan Kylian Mbappe.

Padahal sebenarnya Serge Gnabry tentu saja memiliki musim yang jauh lebih baik dari duo pemain termahal dunia itu, terutama penyerang internasional Prancis. Dan berikut alasan mengapa pemain 25 tahun itu seharusnya masuk nominasi penyerang terbaik Liga Champipns.

Pertama, mantan penyerang Arsenal merupakan top skor kedua turnamen dengan 9 gol dan 2 assist, hanya kalah dari rekannya Robert Lewandowski yang mengemas 15 gol. Dia juga pemain kedua yang berkonstribusi paling banyak gol untuk sebuah tim, menyumbang 21 persen total gol keseluruhan raksasa Bavaria.

Kedua, dia merupakan salah satu pemain dengan rating terbaik (7.75), keempat dari keseluruhan skuad Bayern Munchen dan ketujuh dari akumulasi semua pemain yang terlibat di kompetisi musim lalu.

Ketiga, Serge Gnabry menghasilkan salah satu performa terbaik dan salah satu pemain yang pernah mendapatkan rating sempurna whoscored (10) ketika mencetak empat gol ke gawang Tottenham Hotspur di fase grup dalam kemenangan 7-2 Die Roten.

Keempat, performanya di fase gugur tak kalah hebat. Penyerang 25 tahun itu mengemas dua gol melawan Chelsea, melepaskan gol dan assist dalam pembantaian 8-2 atas Barcelona, serta menjadi pemain terbaik klub kala mengalahkan Lyon dengan skor 2-0 di semifinal.

Namun dengan pencapaian mentereng itu, Serge Gnabry secara mengejutkan keluar dari tiga finalis nominasi penghargaan penyerang terbaik Liga Champions musim 2019/2020, kalah dari duo PSG Neymar (3 gol, 4 assist) dan Kylian Mbappe (5 gol, 5 assist) yang hanya menang nama besar.

Sumber: Nominasi Penyerang Terbaik Liga Champions: Harusnya Gnabry, Bukan Duo PSG
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola

11 Pemain Terbaik Liga Champions 2019/2020: 5 Bayern, 3 PSG, 1 Barcelona

Gilabola.com – Inilah daftar 11 pemain terbaik Liga Champions musim ini dengan Bayern Munich mendominasi skuad yang dipilih dan PSG menyumbang tiga pemain setelah Die Roten mengalahkan Paris Saint-German di final 1-0 pada Senin (24/8) dini hari. pagi WIB.

Pasukan Hansi Flick mendapatkan gelar yang layak mereka dapatkan karena mereka telah memenangkan semua 11 pertandingan mereka sepanjang kompetisi sejak penyisihan grup, menjadi tim pertama dalam sejarah yang mencatatkan kemenangan beruntun 100 persen menuju gelar.

Tak pelak raihan ini membuat para pemain Die Roten mendominasi daftar 11 pemain terbaik Liga Champions 2019/2020 menurut rating dari whoscored.com. Maaf, Cristiano Ronaldo, tidak ada nama panggilan di sini.

Kiper – Keylor Navas (7.0)

Meski gagal mengantarkan PSG meraih kemenangan, penampilan Keylor Navas musim ini luar biasa. Kiper peraih tiga trofi Liga Champions saat masih di Real Madrid ini mencatatkan lima clean sheet. Tapi lebih dari itu, karakter dan pengalamannya menjadi kunci penting PSG berprestasi ke partai puncak.

Bek Kiri – Alphonso Davies (7.8)

Penampilannya menjadi senjata rahasia Bayern musim ini. Di usia 19 tahun, Alphonso Davies telah mengukuhkan dirinya sebagai bek kiri terbaik dunia dengan perpaduan kecepatan fantastis, dribbling brilian, dan umpan silang Yahudi. Penghancuran Nelson Semedo di perempat final melawan Barcelona membuat dunia benar-benar tercengang!

Bek Tengah – Dayot Upamecano (7.3)

Di usia 21 tahun, Dayot Upamecano benar-benar menunjukkan performa yang sangat matang dan memiliki kualitas sebagai bek tengah yang modern. Tak hanya tangguh di lini pertahanan, bek asal Prancis ini juga nyaman saat mendistribusikan bola dan berani berakselerasi ke depan.

Bek tengah – Marquinhos (7.3)

Posisi aslinya memang bek tengah. Namun, menurut Thomas Tuchel, ia banyak bermain sebagai gelandang bertahan. Pemain Brasil itu dalam performa yang bagus, mencetak dua gol berturut-turut di perempat final dan semifinal untuk PSG.

Bek Kanan – Joshua Kimmich (7.4)

Sebagai bek kanan dan terkadang bermain sebagai gelandang bertahan, Joshua Kimmich secara mengejutkan mengalahkan playmaker kelas dunia Kevin de Bruyne, Thomas Muller dan Toni Kroos untuk memuncaki daftar assist utama Liga Champions musim ini (28 kali).

Gelandang Bertahan – Thiago Alcantara (7.8)

Thiago Alcantara menjadi kunci dominannya lini tengah Bayern. Tidak hanya pandai menangani tekel (34, kedua terbanyak), dia juga pandai memulai serangan dan mengemas 15 umpan kunci.

Gelandang Serang – Serge Gnabry (7.8)

Pencetak gol terbanyak Liga Champions kedua dengan 9 gol. Serge Gnabry benar-benar mematahkan semangat penggemar Arsenal dengan menjualnya ke Werder Bremen pada 2016 hanya dengan harga lima juta euro (87 miliar rupiah) untuk memilih Alex Iwobi.

Depan – Neymar (8.2)

Karakter utama PSG musim ini. Neymar mencetak 3 gol, 4 assist, dan 16 umpan kunci untuk membawa timnya ke final, pencapaian terbaik dalam sejarah klub.

Penyerang – Lionel Messi (8.4)

Meski Barcelona tersingkir 8-2 dari Bayern, performa Lionel Messi tetap kelas atas musim ini. La Pulga telah mencetak 3 gol dan 3 assist, termasuk gol luar biasa ke gawang Napoli di babak 16 besar.

Striker – Gabriel Jesus (7.8)

Gabriel Jesus benar-benar mampu menutupi absennya Sergio Aguero dengan baik, berperan penting dalam dua kemenangan Manchester City atas Real Madrid dengan dua gol dan satu assist (agregat 4-2) dan total 6 gol dan 3 assist musim ini.

Striker – Robert Lewandowski (9.0)

Pemain dengan rating tertinggi. Robert Lewandowski adalah sosok kunci untuk Bayern, mencetak 15 gol untuk menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Champions dan masih memberikan lima assist, terbanyak kedua di turnamen ini, dan yang pertama di skuad Die Roten!

Sumber: 11 Pemain Terbaik Liga Champions 2019/2020: 5 Bayern, 3 PSG, 1 Barcelona
Berita Sepak Bola
Video Berita Sepak Bola
Video Cerita Bola

Lihat Neymar Berusaha Curi Gol Juan Bernat, Dikiranya Gak Kelihatan

Gila Bola – Sudah gagal mencetak gol sejak 24 Juli, Neymar yang terlihat frustrasi berusaha mencuri gol Juan Bernat pada kesempatan gol ketiga PSG ke gawang RB Leipzig tadi malam pada semi final Liga Champions.

PSG menang 3-0 atas RB Leipzig pada semi final pertama Liga Champions, Rabu (19/8) dinihari. Tapi fokus bahasan para pengamat bola terarah pada upaya Neymar mencuri gol ketiga Paris Saint-Germain dari pemain Spanyol Juan Bernat.

PSG sudah unggul dua gol dari babak pertama, saat pertandingan semi final Champions League ini memasuki 11 menit usai kick-off babak kedua. Sebuah perebutan bola terjadi di sisi kanan kotak penalti klub Bundesliga itu dan Angel Di Maria mengirim sebuah umpan silang ke depan gawang, dengan Juan Bernat menyundul bola tipis ke arah tiang jauh.

Sepesekian detik sebelum bola melintasi garis gawang Neymar datang dengan kecepatan tinggi dan berusaha menyepak bola. Ia berhasil tapi bola sudah dalam kondisi melewati garis gawang dan gol tadi sah menjadi milik sang pemain Spanyol. Lihat adegan Neymar berusaha mencuri gol mantan pemain Bayern Munchen tersebut dan dari bahasa tubuhnya terlihat sang striker Brasil merasa itu adalah golnya.

Aksi Neymar tersebut tidak luput dari komentar para pengamat amatir sepak bola yang menggunakan media sosial untuk menumpahkan perasaannya. Pesan yang terkirim hampir sama nadanya, seolah-olah sang pemain Brasil bisa mencuri gol dan seluruh dunia tidak tahu aksinya itu.

Rasa frustrasi Neymar sangat bisa dipahami. Dia belum bikin gol lagi sejak laga-laga Liga Champions dimulai kembalil Agustus ini. Gol terakhirnya terjadi ke gawang Saint-Etienne pada final Coupe de France tanggal 24 Juli, momen ketika Kylian Mbappe terkena cedera pergelangan kaki akibat disandung lawan. Neymar waktu itu mencetak gol pada menit 90 yang memastikan kemenangan PSG.

Pada laga semi final lawan RB Leipzig tadi malam Neymar memiliki dua peluang emas saat berhadapan satu-lawan-satu dengan kiper Peter Gulacsi. Setelah itu, satu kali ia menghantam sisi gawang. Dewi Fortuna sama sekali tidak memihak mantan pemain Barcelona itu, yang kini bisa melihat dirinya merebut trofi Liga Champions pada partai final 23 Agustus nanti.

Sumber: Lihat Neymar Berusaha Curi Gol Juan Bernat, Dikiranya Gak Kelihatan
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola

Adegan Ini Bisa Bikin Neymar Dilarang Tampil di Final Liga Champions

Gila Bola – Adegan yang tertangkap kamera usai pertandingan semi final Liga Champions PSG vs RB Leipzig ini bisa menyebabkan bintang Brasil Neymar dilarang ikut serta pada final kompetisi itu, Minggu 23 Agustus nanti. Adegan telanjang dada?

Bukan. Bukan telanjang dada itu sendiri yang jadi masalah tapi adegan tukar menukar jersey dengan pemain lawan pada pertandingan semi final PSG vs RB Leipzig yang akan menyebabkan Neymar dijatuhi sanksi UEFA karena melanggar aturan kesehatan yang digariskan otoritas sepak bola itu sebelum dimulainya kembali Liga Champions.

Usai pertandingan semi final yang berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan PSG pada Rabu dinihari, Neymar terlihat bertukar jersey dengan pemain Leipzig, Marcel Halstenberg. Meski ini terlihat seperti adegan biasa usai sebuah pertandingan sepak bola tapi dalam masa krisis penuh sakit penyakit ini, hal itu dilarang oleh UEFA.

Entah apakah Neymar sadar bahwa ada larangan bertukar jersey atau tidak, atau sang bintang Brasil sekedar tidak peduli? Sama seperti saat ia berusaha mencuri gol Juan Bernat pada pertandingan semi final Champions League tadi malam.

Larangan tidak boleh ada tukar menukar kaos itu disebutkan dalam aturan UEFA bertajuk “Protokol kembali ke permainan” dengan “Para pemain didorong untuk tidak saling menukar jersey mereka.” Sikap ketidakpatuhan terhadap hal itu “dapat mengarah pada aksi disipliner sesuai Aturan Disiplin UEFA.”

Menurut laporan sebelum kompetisi dimulai kembali usai lockdown, bertukar kaos selama babak sistem gugur di Lisbon Portugal ini akan menghasilkan periode isolasi mandiri selama 12 hari. PSG sekarang menantikan laga semi final lainnya, Lyon vs Bayern Munchen yang akan bertarung pada Kamis dinihari besok, guna memastikan siapa lawan mereka pada final hari Minggu. Atau selisih lima hari saja daripada hari ini.

Oleh karena itu, jika tindakan disipliner akhirnya diterapkan oleh UEFA, ada kemungkinan besar bahwa sang pemain Brasil yang sudah frustrasi gagal mencetak gol sejak 24 Juli 2020 itu, dalam risiko besar tidak bisa mengikuti final Liga Champions. Itu akan merupakan sebuah kekecewaan besar bagi Neymar.

Sumber: Adegan Ini Bisa Bikin Neymar Dilarang Tampil di Final Liga Champions
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola