Hasil Liga Inggris: Serigala Gagal Menerkam Setan Merah, Cuma Imbang 1-1 di Burnley

Gilabola.com – Burnley, yang mengalahkan Liverpool beberapa pekan silam, menggagalkan usaha Leicester City untuk menggusur Manchester United dari posisi kedua klasemen Liga Inggris setelah kedua tim main imbang 1-1, Kamis dinihari (4/3).

Kedua gol terjadi di babak prtama dengan pemain Ceko Matej Vydra mencetak gol yang membawa Burnley unggul lebih dulu pada menit keempat sebelum dibalas oleh striker Nigeria Kelechi Iheanacho pada menit 34. Tapi tidak ada gol lagi setelah itu dengan hasil Liga Inggris ini menyebabkan Serigala gagal menerkam Setan Merah. Skuad Ole Gunnar Solskjaer itu masih mengamankan ranking kedua klasemen Premier League dengan keunggulan selisih gol. Seharusnya sebuah kemenangan bisa membawa The Foxes meninggalkan Red Devils dengan 2 poin jauhnya.

Pertandingan berjalan tidak berimbang dengan skuad Brendan Rodgers menguasai si bundar sampai dengan 70 persen selama babak pertama, memperoleh lima peluang gol dan tiga tembakan saja tepat sasaran. Sebaliknya tim asuhan Sean Dyche itu memiliki lebih banyak kesempatan menjadi gol (6) dan lima tembakan on target.

Strategi permainan berganti pada separuh kedua laga di Turf Moor itu dengan tim tamu mengendurkan tekanan dan tempo permainan untuk mencoba memancing tuan rumah berbuat kesalahan. 10 peluang emas didapatkan The Foxes selama babak kedua dengan hanya satu shot on target, berbanding enam percobaan serangan dan dua serangan tepat sasaran.

Berita Terkini:
Hasil Liga Inggris: Serigala Gagal Menerkam Setan Merah, Cuma Imbang 1-1 di Burnley
Hasil Liga Italia: Napoli Gagal Menang di Sassuolo Oleh Gol Penalti Detik Terakhir
Inter Masih Diminta Conte Untuk Lebih Tajam Lagi
Terpapar Covid-19, Kean Terancam Absen Perkuat PSG Hadapi Barcelona

Sebuah kemenangan seharusnya bisa melontarkan Leicester City untuk merebut posisi kedua klasemen Liga Inggris melawan tim urutan 15 ini tapi kegagalan meraih tiga poin menyebabkan Serigala masih berada di sarangnya pada ranking ketiga table dengan 50 poin, sama seperti Manchester United, tapi kalah selisih gol.

Manchester United yang terlambat lima tahun membeli Edinson Cavani, kini mereka membutuhkan striker baru lagi

Gilabola.com – Edinson Cavani tentu saja bisa dibilang salah satu penyerang terbaik Eropa dan dia membuktikannya dengan menjadi pencetak gol terbanyak Paris Saint-Germain sepanjang masa dengan 200 gol, tetapi dia bergabung dengan Manchester United ketika dia berusia 33 (sekarang 34).

Untuk itu Mark Hughes mendesak mantan klubnya Manchester United untuk menandatangani kontrak dengan penyerang tengah baru di jendela transfer musim panas mendatang setelah mengklaimnya. Setan Merah mendatangkan Edinson Cavani yang berada di akhir karirnya.

Striker internasional Uruguay bergabung dengan klub dengan status bebas transfer pada Oktober setelah meninggalkan juara Ligue 1 Paris Saint-Germain pada musim panas, dan telah mencetak tujuh gol dalam 24 penampilan musim ini.

Kehadiran Edinson Cavani tentunya cukup melengkapi jajaran penyerang ternama yang sudah dimiliki Manchester United, bersama Marcus Rashford, Anthony Martial dan Mason Greenwood, dengan sang bomber yang memiliki 118 caps bersama. La Celeste memberikan pengalaman dan kualitas finishing yang lebih baik.

Mantan bintang Wales dan Manchester United Mark Hughes memuji Edinson Cavani sebagai penyerang yang membuat banyak hal terjadi di sekitarnya, namun ia datang ke Old Trafford saat berusia 33, kini 34, dan untuk itu kini Ole Gunnar Solskjaer harus mencari striker baru karena mereka tertanda. mantan bomber Napoli dan PSG itu lima tahun kemudian.

"United memiliki kualitas bagus dalam menyerang," kata Mark Hughes Sky Sports di Monday Night Football. "Rashford dan Greenwood sangat bagus, tapi mungkin mereka membutuhkan Cavani lima tahun lalu ketika dia berada di puncak permainannya."

"Mereka mungkin mendapatkannya pada waktu yang salah, tetapi dia masih merupakan penyerang tengah yang luar biasa. Ketika saya melihatnya bermain di tim ini, saya pikir dia memberi mereka lebih banyak fokus, dan mereka memiliki kepercayaan diri untuk menguasai bola. kakinya dan hal-hal yang terjadi di sekitarnya. "

“Kenyataannya, para pemain lain yang saya sebutkan, termasuk Martial, mereka ingin bermain di posisi lain selain penyerang tengah. United membutuhkan seseorang dengan kualitas untuk bermain sebagai penyerang sentral untuk memberi mereka fokus pada serangan. "

Hasil Liga Inggris: Pertama Kali Dalam 99 Tahun, Chelsea vs Man United Usai 0-0 Dua Kali!

Gilabola.com – Untuk pertama kalinya dalam 99 tahun, dua hasil Liga Inggris semusim untuk pertemuan Chelsea vs Manchester United usai dengan skor imbang 0-0. Hasil ini kurang adil bagi The Blues yang tampil lebih baik daripada skuad Ole Gunnar Solskjaer.

Chelsea merupakan tim yang lebih baik daripada Manchester United pada laga Premier League, Minggu malam (28/2) dengan mereka memiliki lebih banyak dominasi bola (56:44), lebih banyak percobaan gol (8:5), lebih sering melepaskan tembakan on target (2:1), namun gagal melesakkan satu pun gol.

Peluang terbaik dari skuad Thomas Tuchel terjadi menit 48 saat Ben Chilwell berhasil menusuk dari sisi sayap kiri sampai ke garis akhir sebelum melepaskan umpan tarik yang disambar oleh Hakim Ziyech. Serangannya berhasil diblok oleh David De Gea dengan Reece James, pemain pengganti yang masuk pada awal babak kedua guna menggantikan Callum Hudson-Odoi yang cedera, menyambar bola liar. Tapi masih bisa diselamatkan dengan pelukan David De Gea.

Peluang kedua terbaik pada pertandingan tadi malam di Stamford Bridge itu terjadi menit 37 saat Antonio Ruediger mengirim crossing ke sisi kanan ke arah Hudson-Odoi, yang mencongkel bola ke depan gawang dan di sana ada Olivier Giroud menyundul bola sembari membanting tubuhnya. Gagal. Si bundar meleset dan hanya menghantam tiang gawang.

Berita Terkini:
Hasil Liga Inggris: Pertama Kali Dalam 99 Tahun, Chelsea vs Man United Usai 0-0 Dua Kali!
Chelsea Dominan Atas Man United Tapi Setan Merah Seharusnya Dapat Penalti Menit 15
Lineup Thomas Tuchel di Laga Kontra Man Utd Bikin Heboh Fans Chelsea
Hasil Liga Italia: Lukaku Gol 33 Detik, Tapi Belum Berhasil Gusur Ronaldo Dari Top Skor

Chelsea dan Manchester United dalam pertemuan pertamanya musim ini di ajang Liga Inggris, 24 Oktober 2020, juga usai dengan skor kacamata. Terakhir kali hal semacam ini terjadi adalah pada tahun 1921-1922 atau 99 tahun silam. Saat itu dua pertemuan Blues dan Red Devils berakhir 0-0.

Di antara kedua manajer, Tuchel adalah yang pertama coba menyelamatkan timnya dengan memasukkan Christian Pulisic dan Timo Werner, masing-masing pada menit 66 dan 78, sebelum Solskjaer menyusul dengan menarik keluar Greenwood untuk digantikan oleh Anthony Martial. Tapi tidak ada perubahan skor sampai 90 menit.

Sang striker Jerman kemudian mencoba membuktikan sesuatu hanya dalam waktu beberapa menit saja sejak masuk, tapi serangan dari Werner hanya terarah tepat ke David De Gea. Memasuki menit 86, anak-anak Tuchel maju menyerang untuk mencari gol kemenangan, satu saja.

Tidak ada gol! Hasil Liga Inggris Chelsea vs Manchester United pada Minggu malam (28/2) usai dengan skor 0-0. Dengan hasil ini maka Thomas Tuchel belum terkalahkan sejak ditunjuk menjadi pelatih kepala pada 26 Januari 2021. Tiga hasil imbang dan enam kemenangan di semua kompetisi bagi sang manajer Jerman.

Finish Empat Besar Sudah Menjadi Prestasi Hebat Bagi Liverpool, Kata Jurgen Klopp

Gilabola.com – Deraan badai cedera benar-benar telah mempengaruhi musim Liverpool dari penantang gelar kini menjadi hanya pejuang  untuk finish di empat besar klasemen Premier League di musim 2020/2021 ini.

Bagaimanapun, Jurgen Klopp tetap yakin Liverpool akan mencapai sesuatu yang signifikan musim ini jika mereka bisa finish di empat besar saat harapan gelar sudah hampir mustahil untuk diperjuangkan di tengah krisis cedera yang terus menghantui kampanye mereka musim ini.

Juara bertahan Premier League kalah 0-2 dari Everton di derby Merseyside pekan lalu di Anfield karena gol-gol Richarlison dan penalti Gylfi Sigurdsson, menjadi kekalahan keempat beruntun mereka di kandang, sekaligus kekalahan keempat beruntun di Liga Inggris di semua tempat. Tidak hanya kalah, mereka juga harus kembali kehilangan pemain usai kapten Jordan Henderson cedera.

Memasuki pekan ke-25 ini, Liverpool masih berada di urutan keenam klasemen sementara Premier League, baru mengoleksi 40 angka dari 11 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tujuh kekalahan, dengan pertahanan mereka menjadi yang terburuk di antara sembilan besar klasemen saat ini (34 kebobolan).

Ada lima poin yang memisahkan mereka dari West Ham di peringkat keempat jelang pertemuan mereka melawan tuan rumah Sheffield United, dan Jurgen Klopp yakin bahwa mereka sudah mencapai prestasi yang hebat dengan finish di empat besar klasemen Liga Inggris musim ini di tengah masalah yang terus menghantui mereka.

“Ya, itu akan menjadi pencapaian yang besar,” kata Jurgen Klopp. “Anda bisa melihat para pesaing. Ini tentang apa yang bisa kami bawa ke lapangan. Ini tentang hasil. Klasemen tidak berbohong. Kami tahu bahwa dari segi poin kami tidak terlalu jauh, tetapi kami bersikap obyektif berdasarkan hasil.”

“Ada target yang berubah. Kami mencoba memenangkan pertandingan, tetapi ketika kami mencoba, tiba-tiba masalah lain terjadi. Sekarang kami harus fokus memikirkan Sheffield United. Jika kami bisa melakukan itu, maka kita mungkin selangkah lebih dekat ke papan atas, tetapi kemudian laga sulit melawan Chelsea akan datang! Jadi jika kami akhirnya bisa finish di empat besar, itu akan menjadi pencapaian besar bagi kami.”

Jurgen Klopp Bisa Segera Tinggalkan Liverpool: Segalanya Berubah dengan Cepat

Gilabola.com – Jurgen Klopp santer diberitakan bakal tinggalkan Liverpool sebelum kontraknya berakhir. Pelatih Jerman itupun mendapat peringatan segalanya berubah dengan cepat.

Klopp kemungkinan mendapati dirinya berada di bawah tekanan untuk bisa mempertahankan pekerjaannya musim depan, jika dia kembali gagal membalikkan situasi yang terjadi musim ini.

Mantan bek kanan Liverpool, Glen Johnson, memperingatkan ‘segalanya bisa berubah dengan cepat’ di dunia sepak bola, meskipun ia juga mengakui Klopp akan tetap aman saat ini.

Jurgen Klopp berhasil membawa Liverpool memenangkan trofi Liga Premier pertama mereka dalam 30 tahun terakhir, setelah klub Merseyside itu memenangkan trofi Liga Champions pertamanya sejak tahun 2005 pada musim sebelumnya.

Berita Terkini:
Mesut Ozil Bikin Sial di Turki, Arsenal Tak Perlu Sesali Keputusan Lepas Mantan Real Madrid Itu
Jurgen Klopp Bisa Segera Tinggalkan Liverpool: Segalanya Berubah dengan Cepat
Sudah Pulih dari Cedera, Bek Muda Barcelona Siap Kembali Saat Hadapi Sevilla
Juan Mata Bebas Pergi, Manchester United Tolak Aktifkan Klausul Perpanjangan Kontraknya

Skuad Klopp sebelumnya difavoritkan bisa mempertahankan gelar juara Liga Premier musim ini. Namun, The Reds justru tampil buruk setelah mereka kehilangan banyak pemain andalan, hingga melorot ke peringkat enam dan tersingkir dari perburuan gelar juara musim ini.

“Saya pikir pekerjaan Klopp aman saat ini, tapi musim depan akan berbeda. Musim ini anda tak bisa bicara soal kemungkinan mendepaknya, karena dia sudah bekerja luar biasa. Namun sayangnya pada level ini, semuanya bisa berubah dengan cepat,” tandas Glen Johnson kepada CheltenhamGuides.com, seperti dilansir Mirror.

“Saya pikir, Liverpool juga akan finish di posisi empat besar, karena tim asuhan Jurgen Klopp itu terlalu bagus untuk tak bisa mencapai posisi itu, tapi saya juga tak melihat tim-tim lain tak bisa mencapainya,” tambahnya.

“Chelsea mungkin bisa menduduki posisi itu, lalu sudah ada dua tim asal Manchester, dan Leicester juga cukup berpeluang saat ini. Saya pikir, Liverpool bisa menyelesaikannya, walaupun sangat ketat,” ujar Johnson.

“Memenangkan Liga Champions bukan kans terbaik Liverpool di sepak bola Eropa saat ini, karena ada atau tiga tim yang tampaknya tak bisa dihentikan, dan Liverpool tak termasuk di dalamnya saat ini,” ungkapnya.

Sementara itu laporan terbaru yang berkembang di Jerman mengklaim, Jurgen Klopp kemungkinan akan mempertimbangkan untuk hengkang dari Liverpool sebelum kontraknya selesai pada tahun 2024.

Saat ini, pelatih yang pernah sukses bersama Mainz dan Borussia Dortmund ini telah dikaitkan dengan pekerjaan sebagai pelatih Timnas Jerman, menjelang gelaran Piala Eropa 2024, yang rencananya akan digelar di negaranya.

Diogo Jota Sangat Dinantikan Liverpool

Gilabola.com – John Aldridge optimistis kembalinya Diogo Jota ke tim utama bisa membuat perbedaan besar bagi Liverpool.

Pemain asal Portugal itu dibeli raksasa Liga Inggris dari Wolves pada musim panas 2020 dan kedatangan pertamanya diragukan bisa membuat perbedaan di lini depan Liverpool.

Namun, Diogo Jota mampu membuktikan penampilannya dengan mencetak lima gol dari sembilan penampilannya di Liga Inggris. Di sisi lain, Jurgen Klopp terus didesak untuk memainkannya secara reguler dan menggantikan peran Roberto Firmino yang saat itu kesulitan mencetak gol.

Sayangnya, performanya yang bagus bahkan diganggu oleh cedera lutut yang cukup serius dan harus menyingkir sejak awal Desember 2020. Minimnya opsi di lini depan turut memengaruhi penampilan Liverpool karena sejauh ini Roberto Firmino, Mohamed Salah dan Sadio Mane tampak kesulitan membobol gawang lawan. Selain itu, dalam empat pertandingan liga terakhir mereka juga kalah.

Berita terbaru:
Hanya 10 klub yang bisa membeli Erling Haaland, empat di antaranya adalah klub Liga Inggris
Bayern Munchen Pembantaian Lazio, Musiala dan Lewandowski Pecahkan Rekor
Diogo Jota Sangat Dinantikan Liverpool
Thomas Tuchel: Olivier Giroud, Pemain Veteran 20 Tahun

Dengan lesunya The Reds & # 39; Lini depan dan hasil yang kurang memuaskan, Diogo Jota ditunggu-tunggu untuk kembali bermain di tim utama. Tak ayal, John Aldridge sangat yakin bahwa kembalinya sang pemain akan memberikan dorongan besar bagi klub Merseyside selama ia tetap fit.

Tulis di kolom Liverpool Echo, John Aldridge mengungkapkan bahwa Jota sekarang sangat dinantikan dan jika dia pulih sepenuhnya, dia bisa membuat perbedaan untuk The Reds. Menurutnya, trio lini depan saat ini terlihat kelelahan.

Sehingga Liverpool butuh penyegaran di lini depan. Ia mengatakan, kehadiran Divock Origi tak bisa berdampak besar. Namun, jika Diogo Jota sudah pulih total dan tetap fit, menurutnya sang pemain akan sangat membantu klub di sisa pertandingan Liga Inggris musim ini. Namun, dia juga mengaku masih khawatir dengan pertahanannya.

Sekedar informasi, pemain berusia 24 tahun tersebut diperkirakan akan kembali berlatih bersama Liverpool pada pertengahan pekan ini.

Jika selama sesi latihan tidak ada masalah, maka Diogo Jota akan dimasukkan ke dalam skuat Jurgen Klopp saat Liverpool menghadapi Sheffield United di Premier League pada 1 Maret mendatang.

Tinggal 30 menit lagi, Thomas Tuchel menuntut ini pada Callum Hudson-Odoi

Bola Gila – Thomas Tuchel telah melakukan pembicaraan positif dengan Callum Hudson-Odoi mengenai keputusannya hanya memainkan pemain tersebut selama 30 menit di Southampton akhir pekan lalu.

Saat itu, Tuchel memutuskan memainkan Hudson-Odoi pada menit ke-46, dan menariknya 30 menit kemudian. Keputusan itu tentu cukup mengejutkan. Laga yang digelar di St Mary's sendiri berakhir imbang 1-1.

Chelsea menghindari kekalahan setelah Mason Mount mencetak gol penyeimbang dari titik penalti. Meski hasilnya tak bisa melanjutkan The Blues & # 39; Kemenangan beruntun, keputusan Tuchel atas Hudson-Odoi menjadi perbincangan usai laga.

Usai pertandingan Thomas Tuchel mempertanyakan "energi dan sikap" para pemainnya di depan kamera televisi. Dia juga menjelaskan keputusannya di lapangan saat itu ke saluran resmi klub.

Berita terbaru:
Barcelona United memulihkan pemain ini dari depresi setelah kalah dari PSG
Sulit bangkit dari zona degradasi, Cagliari memecat eks pelatih Roma itu
Tertarik dengan Borussia Dortmund, Fiorentina siap menggaet kiper andalannya
Lutut bermasalah, Mason Mount masih percaya diri membela Chelsea melawan Atletico

“Itu sama sekali bukan masalah besar bagi saya. Saya telah berbicara dengan Callum, dan saya telah berbicara dengan seluruh tim. Terkadang, hal seperti ini terjadi dalam sepakbola dan itu keputusan saya, ”ucap Tuchel kepada situs resmi Chelsea, seperti diberitakan. Standar Malam.

"Mungkin saya kejam padanya, karena dia ada di sisi saya di lapangan dan saya berdiri di dekatnya, tapi saya merasa dia tidak benar-benar terlibat dalam pertandingan itu," tambah pelatih Jerman itu.

“Saya rasa dia tidak benar-benar tajam, dan itulah mengapa saya mengambil keputusan sulit untuknya. Tapi keputusannya hanya untuk saat itu, dan hanya untuk hari itu saja, "kata Thomas Tuchel.

"Bagi saya, itu bukan masalah besar, dan hanya menjadi sesuatu ketika orang membicarakannya," kata mantan pelatih PSG itu.

Tuchel pun kembali menegaskan bahwa Hudson-Odoi akan terus bersaing untuk mengawali pertandingan melawan Atletico Madrid, saat The Blues & # 39; Perjuangan di kompetisi bergengsi klub-klub top Eropa kembali berlanjut pekan ini.

Namun, Thomas Tuchel juga mengingatkan sang pemain, ia harus belajar dari kejadian yang tidak menyenangkan tersebut, dan berusaha untuk terus maju daripada memikirkan aib yang dialaminya saat menjadi pemain pengganti. Sejauh ini, Callum tetap menjadi pemain yang luar biasa bagi saya, dan dia harus menunjukkan kepada saya di setiap pertandingan dan dalam latihan, katanya.

Arteta Tak Ingin Dibandingkan dengan Guardiola

Gila Bola – Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menegaskan untuk mencapai keberhasilan seperti Pep Guardiola membutuhkan waktu yang lama.

Juru taktik asal Spanyol itu sebelum menangani Arsenal lebih dulu menjadi asisten pelatih Pep Guardiola di Manchestr City. Bekerja dengan mantan juru taktik Bayern Munchen tersebut ia sukses memberikan trofi Liga Inggris, Piala FA dan Piala Liga untuk The Citizens.

Usai berguru dengan Pep Guardiola, selanjutnya Mikel Arteta dipercayakan untuk melatih Arsenal setelah Unai Emery dianggap gagal menangani The Gunners. Dan menariknya, ia berhasil membantu Meriam London meraih trofi Piala FA 2019/2020 dan sekaligus membawa mereka bermain di Liga Europa.

Sedangkan berikutnya pelatih muda tersebut sukses mempersembahkan gelar juara Community Shield setelah mampu mengalahkan Liverpool lewat adu penalti.

Berita Terkini:
Arteta Tak Ingin Dibandingkan dengan Guardiola
Moise Kean Moncer di PSG, Everton Dipanas-panasin
Ancelotti Dinilai Pelatih Berkelas Setelah Lumat Liverpool
Koeman Belum Puas dengan Pemain Muda Barcelona

Kendati dinilai bisa mengikuti jejak Pep Guardiola, namun Mikel Arteta yang pernah bermain untuk Everton itu tak mau dibandingkan dengan seniornya tersebut dalam mengolah sebuah klub.

Berbicara kepada awak media, sang pelatih mengatakan untuk mencapai keberhasilan dibutuhkan waktu yang lama. Selain itu, Mikel Arteta menilai juga diperlukan banyak investasi. Menurutnya, ada sejumlah pemain yang sudah bisa menjamin untuk klub meraih gelar.

Akan tetapi, ia sebagai pelatih ingin terus berkembang dan ingin terus menemukan cara menangani sebuah tim.

Sebagai informasi, Mikel Arteta telah menangani Arsenal sejak 20 Desember 2019. Tercatat dalam 65 pertandingan dirinya sukses mempersembahkan 34 kemenangan di semua kompetisi.

Sementara Arsenal sekarang ini masih berada di urutan ke 10 klasemen Liga Inggris. Sedangkan dalam lima laga terakhir mereka hanya menangkan dua laga.

Usai bermain imbang 1-1 kontra Benfica di Liga Europa, tim asuhan Mikel Arteta akan bertemu Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris pada Minggu (21/2) malam WIB.

Jadwal Liga Inggris Malam Ini Musim 2020-2021

Jadwal Liga Inggris malam ini – Berikut jadwal Premier League yang digelar malam ini, semua pertandingan dalam WIB atau waktu Indonesia bagian barat.

Jadwal Pertandingan Liga Inggris

17/01/2021
Aston Villa 07:00 Everton
20/02/2021
Wolverhampton Wanderers 03:00 Leeds United
Southampton 19:30 Chelsea
Burnley 22:00 West Bromwich Albion
21/02/2021
Liverpool 00:30 Everton
Fulham 03:00 Sheffield United
West Ham United 19:00 Tottenham Hotspur
Aston Villa 21:05 Leicester City
Arsenal 23:30 Manchester City
22/02/2021
Manchester United 02:00 Newcastle United
23/02/2021
Brighton & Hov… 03:00 Crystal Palace
24/02/2021
Leeds United 01:00 Southampton
27/02/2021
Manchester City 19:30 West Ham United
West Bromwich Albion 22:00 Brighton & Hov…
28/02/2021
Leeds United 00:30 Aston Villa
Newcastle United 03:00 Wolverhampton Wanderers

Klik di sini untuk jadwal siaran langsung pertandingan sepakbola hari ini.

 

Liverpool Menunggu Berita Fabinho Jelang Derby Merseyside

Gilabola.com – Liverpool terus menunggu kabar baik terkait kondisi Fabinho jelang menjamu Everton akhir pekan ini.

Saat ini, Jurgen Klopp memberikan waktu kepada pemain asal Brazil itu untuk membuktikan kebugarannya jelang Derby Merseyside, meski kondisi Fabinho saat ini masih dinilai diragukan.

The Reds tanpa pemain nomor tiga itu sejak skuad Klopp kalah 3-1 di Leicester City akibat cedera otot.

Jurgen Klopp ditanya apakah Fabinho bisa bermain dalam pertandingan melawan RB Leipzig dan Everton. Namun, pelatih asal Jerman itu mengaku belum tahu. "Saya tidak tahu saat ini, kita akan lihat. Saya benar-benar tidak tahu," kata pelatih Liverpool berusia 53 tahun itu.

Berita terbaru:
Liverpool menunggu kabar Fabinho jelang derby Merseyside
Suso Janjikan Kemenangan Lawan Dortmund di Leg Kedua
Hansi Flick untuk memenangkan Chelsea di Liga Champions
Prediksi Skor Benfica vs Arsenal, The Gunners bertekad melanjutkan rekor sempurna

Karena itu, The Reds tetap tidak yakin apakah Fabinho akan bisa bermain melawan The Toffees, meski terungkap. thisisAnfield.com, kemungkinan ini belum sepenuhnya dikesampingkan.

Sumber di dalam klub memperkirakan bahwa Fabinho harus segera menunjukkan kemajuan dalam rehabilitasinya selama beberapa hari ke depan jika dia ingin mendapatkan kembali tempatnya di starting XI.

Liverpool khawatir, jika pemain berusia 28 tahun itu kembali beraksi setelah absen dalam tiga pertandingan melawan Manchester City – di mana The Reds kandas 1-4, maka Fabinho bisa mengalami cedera lagi dan tidak bisa bermain lagi.

The Reds pun memberikan perhatian ekstra terhadap Naby Keita yang tengah menjalani rehabilitasi akibat masalah otot yang dialaminya.

Pemain internasional Guinea sebenarnya bisa bermain dari bangku cadangan, selama The Reds & # 39; Kemenangan 2-0 atas Leipzig tengah pekan ini. Namun, tenaga medis klub menginginkan Keita dalam keadaan fit sepenuhnya sebelum kembali beraksi, agar tidak mengalami kemunduran dan kondisinya bisa semakin parah.

Dengan demikian, jika Klopp disarankan untuk tidak memainkan Fabinho – sekali lagi, saat timnya menjamu skuad Carlo Ancelotti, pelatih Jerman itu bisa kembali menurunkan Jordan Henderson dan Ozan Kabak, yang bermitra di pusat Liverpool. garis belakang.

Dengan lebih dari seminggu tersisa antara Derby Merseyside dan The Reds & # 39; Pertandingan berikutnya, Fabinho dipastikan akan tersedia saat The Kop bertemu Sheffield United pada 28 Februari.

Klopp juga dapat memanggil kembali Fabinho, Keita dan Diogo Jota yang sudah tersedia di leg kedua babak 16 besar melawan RB Leipzig pada pertengahan Maret 2021, ketika skuad Klopp mulai pulih.