Pelatih Udinese menyebut gol cepat Roma sebagai kunci kekalahan timnya

Gilabola.com – Pelatih Udinese Luca Gotti mengatakan gol cepat yang dicetak AS Roma menjadi kunci kekalahan dari I Friulani di laga Serie A akhir pekan ini.

Menjadi salah satu tim yang dianggap menyulitkan tim-tim besar Serie A, Udinese harus menelan kekecewaan saat menghadapi AS Roma. Bukan hanya tak mampu mempersulit lawannya, skuad Luca Gotti pun harus menerima kekalahan yang cukup buruk, 3-0 di laga tersebut.

Gotti sendiri mengaku lawannya mampu tampil lebih baik, terutama di babak pertama. Menurut sang pelatih, selain kualitas gawang cepat yang bisa dicetak oleh anak buah Paulo Fonseca, kuncinya juga yang membuat Udinese sangat kesulitan untuk mendapatkan poin.

Kepada DAZN, Gotti menyebut setelah gol cepat Roma dicetak di menit keempat, para pemain Udinese mulai kehilangan keseimbangan dalam bermain. Setiap berusaha menyerang, posisi I Friulani seolah selalu timpang sehingga sangat sulit bagi mereka untuk menghadapi tim dari ibu kota pada babak pertama.

Berita terbaru:
Dalam 90 Menit Aubameyang Melompat Dari 27 ke Peringkat 12 di Top Skor Liga Premier
Hasil Liga Inggris: Menang 4-2, Arsenal Gagal Mencatat Gol ke-10 Musim Ini
Hasil Liga Spanyol Tadi malam: Dua gol pemain lama Real Madrid untuk membalas dendam pada Valencia
Hasil Liga Jerman: Andre Silva, Pencetak 18 Gol Bundesliga Membawa Eintracht Frankfurt ke Peringkat Ketiga

Pada akhirnya gol kedua dari titik penalti memberi Roma keunggulan sementara Udinese lebih kesulitan, meski mereka tampil lebih baik di babak kedua. Skuat Gotti pun harus rela kebobolan satu gol lagi di menit-menit akhir, setelah Pedro mengubah skor menjadi 3-0.

Harus bermain tanpa salah satu gelandang andalan mereka, Roberto Pereyra juga disebut-sebut menjadi salah satu hal yang membuat Udinese begitu kewalahan menghadapi Roma. Namun, Gotti enggan menjadikan absennya Pereyra sebagai alasan karena merasa timnya masih memilih pemain yang bisa menggantikan gelandang asal Argentina tersebut.

Meski mengakui kualitas Pereyra sangat penting bagi Udinese, Gotti menilai situasi dan taktik lebih menjadi penyebab kegagalan timnya mengatasi Roma. Ketidakmampuan keluar dari tekanan usai kebobolan gol cepat oleh Jordan Veretout sepertinya dinilai lebih penting untuk menahan I Friulani meraih poin ketimbang absennya seorang pemain.

Ditekan Fonseca, Legenda AS Roma Bertahan

Gilabola.com – Daniele De Rossi menilai Paul Fonseca tidak pantas dikritik dan meminta suporter AS Roma berbahagia dengan penampilan sang pelatih.

Seperti diketahui, posisi pelatih asal Portugal bersama salah satu tim papan atas Liga Italia memang tidak aman. Ini tidak lepas dari hasil Giallorossi terkini.

Terakhir, tim asuhan Paulo Fonseca harus kalah 2-0 dari Juventus (6/2). Pertandingan yang berlangsung di Allianz Stadium, masing-masing dua gol oleh Cristiano Ronaldo dan satu gol bunuh diri dari Ibanez.

Dengan kekalahan itu, AS Roma terancam terlempar dari empat besar. Pasalnya, rival mereka Lazio dalam lima laga terakhirnya belum terkalahkan di Liga Italia dan kini poin mereka sama dengan i Lupi.

Berita terbaru:
Everton Dibuat Cemas Jelang Tottenham Hotspur
Deretan Lima Bek Tengah Terfavorit Bergabung dengan Manchester United Musim Depan
Eric Dier Mulai Mencadangkan, Pelatih Memberi Penjelasan
Jurgen Klopp Jengkel! Meminta bek Serie A mahal, Liverpool malah membeli bek murah

Meski terus mendapat tekanan, Daniele De Rossi menilai performa Paulo Fonseca di AS Roma sudah cukup baik.

Kepada awak media, Daniele De Rossi menyebut AS Roma masih berada di puncak klasemen. Menurutnya, tidak tepat performanya di klub dipertanyakan. Sang legenda mengakui bahwa sang pelatih memang sedang naik turun dan membawa mantan klubnya untuk bertarung melawan klub-klub top.

Namun, pria Italia itu mengatakan dia tidak bisa mengatakan mereka harus puas. Baginya, mereka harus mengincar sesuatu yang jauh lebih baik. Namun di sisi lain, permainan AS Roma dan hasil mereka sejauh ini bagus.

Menurut De Rossi, Paulo Fonseca merupakan pelatih yang berambisi menangani sebuah tim. Bahkan, ia mengungkapkan salah satu petinggi AS Roma senang dengan apa yang dilakukan sang juru taktik di Stadio Olimpico.

Hingga 21 pertandingan di Serie A musim 2020/21, kubu AS Roma meraih 12 kemenangan dan hanya selisih dua poin dengan Juventus yang menempati posisi ketiga.

Artinya, AS Roma masih memiliki peluang untuk menggantikan Si Nyonya Tua jika Paulo Fonseca mampu membawa timnya memenangkan laga melawan Udinese pada 14 Februari mendatang.

Juventus Tunjukkan Jiwa Mereka Saat Kalahkan AS Roma, Kata Leonardo Bonucci

Gilabola.com – Bek tengah Leonardo Bonucci melihat jiwa skuad Juventus dalam kemenangan 2-0 mereka atas AS Roma dalam laga lanjutan Serie A pada Minggu (7/2) dini hari WIB sembari memastikan bahwa cederanya tidak serius.

Juventus memenangkan 10 dari 11 pertandingan kompetitif yang dimainkan pada tahun 2021 usai memetik kemenangan dua gol tanpa balas atas AS Roma dan hasil ini memungkinkan mereka naik ke posisi ketiga dengan satu pertandingan di tangan.

Cristiano Ronaldo membuka skor bagi juara bertahan Italia lewat tendangan mendatarnya menit ke-13 dari umpan Alvaro Morata, sebelum sodoran pemain pengganti Dejan Kulusevski menghasilkan gol bunuh diri Ibanez di babak kedua.

Manajer Juventus Andrea Pirlo sebelumnya sudah mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja bermain bertahan melawan Roma yang agresif, dan kini Leonardo Bonucci menegaskan bahwa dia melihat jiwa dari timnya yang rela berkorban dalam kemenangan atas tim ibukota tersebut.

“Ini adalah pertandingan di mana jiwa skuad ini muncul,” kata bek berusia 33 tahun itu kepada Sky Sport Italia. “Kami tahu Roma akan menguasai banyak bola, mencoba membuat kami menyebar dengan permainan bola mereka. Kami tahu ini akan sulit dan kami membutuhkan semangat dan pengorbanan untuk menyerap tekanan, lalu memukul balik mereka saat kami membutuhkannya.”

Leonardo Bonucci ditarik jelang berakhirnya pertandingan untuk digantikan Matthijs de Ligt dengan bek Italia itu mengalami masalah otot, tetapi kini wakil kapten Juventus itu meyakinkan bahwa itu bukan masalah serius dan dia memilih keluar sebagai tindakan pencegahan.

“Saya merasakan masalah ini sebelumnya, tidak ada yang serius, tetapi mengingat kami masih memiliki pergantian pemain tersisa, saya pikir yang terbaik adalah melakukan tindakan pencegahan,” tandasnya.

Hasil Liga Italia Tadi Malam: Pesta Gol AS Roma, Pemain Real Madrid Sumbang 2 Gol

Gilabola.com – Seorang pemain pinjaman Real Madrid berperan dalam dua dari tiga gol AS Roma melawan Verona pada Senin pagi (1/2), membawa Giallorossi ke peringkat ketiga klasemen Serie A, menggusur Juventus, dan mungkin menunda rumor untuk sementara pemecatan Paulo Fonseca.

AS Roma mendapat kemenangan penting, yang membawa mereka semakin dekat ke dua tim teratas klasemen Liga Italia, setelah menang 3-1 atas Hellas Verona di matchday 20 di Stadio Olimpico, Senin pagi. Roma kini telah meraih 40 poin, tertinggal empat poin dari Inter yang menempati posisi kedua klasemen dan enam poin di belakang AC Milan, yang memuncaki klasemen Serie A. Kenaikan Roma ke posisi ketiga menggeser Juventus ke posisi keempat dan Napoli ke posisi kelima.

Tiga gol Giallorossi dicetak berturut-turut oleh Gianluca Mancini di menit ke-20, Henrikh Mkhitaryan dua menit kemudian, dan Borja Mayoral tujuh menit setelah gol kedua Giallorossi. Pemain pinjaman Real Madrid itu juga berjasa memberikan assist untuk gol kedua pemain asal Armenia, Mkhitaryan.

Laga AS Roma vs Hellas Verona sebenarnya berjalan kurang lebih seimbang dengan 53 persen penguasaan bola berada di tangan tuan rumah. Namun peluangnya sangat besar di tangan anak buah Paulo Fonseca dengan 13 kali empat menjadi milik tim tamu, enam tembakan ke gawang hanya untuk satu lawan. Verona berhutang banyak kepada kiper Marco Silvestri yang melakukan tiga penyelamatan, mencegah tim tamu & # 39; gol dari kebobolan lebih banyak.

Berita terbaru:
Tanguy Ndombele mengisyaratkan bahwa dia akan meninggalkan Tottenham
Chelsea berpotensi memindahkan anak kesayangan Lampard ke Southampton
Liverpool Segera Mengumumkan Pemain Kelas Dua Terkenal Ini Sebagai Bek Baru
Luis Suarez Berbicara Setelah Atletico Bekuk Cadiz

Proses Gol Roma menjadi Gol Verona

Gol pertama datang melalui sepak pojok Lorenzo Pellegrini yang diarahkan sedikit ke luar kotak penalti. Ada pemain dengan nomor punggung 23, Gianluca Mancini, yang menyundul bola melewati garis dan masuk ke sudut kiri bawah gawang Marco Silvestri.

Setelah itu, baru berselang beberapa puluh detik sebuah bola panjang sampai ke Borja Mayoral di sisi kiri kotak penalti. Kiper Silvestri mencoba mengambilnya tetapi gagal. Dan meski sang kiper belum sepenuhnya kembali ke posisinya, lingkaran itu telah diumpankan ke Mkhitaryan dan menyentuhnya ke sudut kanan bawah gawang Verona.

Gol ketiga AS Roma datang dari sepak pojok yang dihalau oleh Marco Silvestri, yang jatuh ke tangan pemain Gaillorossi di tepi kotak yang menendang dengan keras namun melambung dari kaki kiper malang itu. Mayoral berada satu meter di depannya dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Hasil liga Italia pada hari Senin berakhir dengan skor 3-1 setelah kembali dari Ebrima Colley dan membawa Roma naik ke urutan ketiga, menggusur Juventus dan Napoli, hampir empat poin di belakang Nerazzurri dan enam poin dari Rossoneri.

Ingin Lepas Dzeko, Roma Ikut Incar Striker Chelsea asal Prancis

Gilabola.com – Ingin melepas Edin Dzeko bulan Januari ini, AS Roma kini dikabarkan sudah bersiap mencari calon penggantinya dengan mengincar penyerang Chelsea asal Prancis, Olivier Giroud.

Masa depan dari Edin Dzeko yang tidak jelas saat ini di AS Roma, setelah adanya kabar perselisihannya dengan pelatih Paulo Fonseca membuat klub asal ibukota tersebut serius ingin melepasnya. Manajemen dari Roma beberapa hari terakhir dikabarkan sudah berusaha beberapa kali untuk menawarkan Dzeko ke beberapa klub lain untuk dibarter dengan striker lain.

Pergerakan terakhir yang berusaha dilakukan oleh Roma adalah menawarkan Dzeko ke Real Madrid untuk ditukar dengan Mariano Diaz. Namun, Diaz dikabarkan telah menolak proposal dari I Giallorossi, membuat tim asal ibukota Italia itu akan terus berusaha mencari solusi terbaik.

Menurut kabar dari II Corriere delo Sport, salah satu yang kini tengah dipertimbangkan Roma adalah mengincar Olivier Giroud dari Chelsea. Meskipun sang pemain sempat mengatakan ingin menyelesaikan kontraknya dengan The Blues yang akan berakhir pada akhir musim nanti, tetapi dengan pergantian pelatih dari Frank Lampard ke Thomas Tuchel, situasi bisa saja berubah.

Berita Terkini:
Anak Emas Lampard dan Pencetak Hattrick Dicoret Tuchel! Andalkan Bek Jerman dan Bekas Kaptennya
Cristiano Ronaldo Absen Bela Juventus di Coppa Italia
Ingin Lepas Dzeko, Roma Ikut Incar Striker Chelsea asal Prancis
Chelsea Pertahankan Enam Staf Lampard Bantu Thomas Tuchel

Sama seperti proposal sebelumnya, Roma disebut akan menawarkan pertukaran pemain ke Chelsea dengan menukar Dzeko dengan Giroud. Melihat bahwa kedua penyerang senior tersebut tidak terlalu jauh berbeda, barter antara keduanya tampak hal yang cukup masuk akal secara teknis.

Tentu permasalahan ada pada kontrak dari Giroud yang akan berakhir, jika ada pertukaran maka sang penyerang harus bersedia memperpanjang kontraknya terlebih dahulu sebagai syarat. Permasalahan selanjutnya pastinya mengenai apakah The Blues dibawah Tuchel berminat memboyong Dzeko ke Stamford Bridge, atau justru sang pelatih lebih menyukai bombernya asal Prancis untuk bertahan.

Meskipun sebenarnya masih menjadi salah satu andalan di lini depan Roma pada paruh pertama musim, tetapi hubungan yang memburuk dari Dzeko dengan Fonseca tampaknya membuat kepergiannya hanya tinggal menunggu waktu. Dengan posisi klub yang masih berada di posisi empat besar, manajemen klub pastinya tidak akan secara gegabah melakukan pergantian pelatih dan lebih memilih melepas salah satu pemain mereka.

Fonseca Girang Roma Berhasil Mengalahkan Spezia di Serie A.

Bola Gila – Paulo Fonseca senang AS Roma bisa mengalahkan Spezia dan sebagai bukti dia tetap kompak dengan para pemainnya.

Klub berjuluk Giallorossi saat bertemu Spezia di ajang Coppa Italia itu harus mengalami kekalahan yang membuat posisi sang pelatih tidak aman, namun AS Roma bangkit saat bertemu di Liga Italia dengan kemenangan 4-3 pada Sabtu (23). / 1).

Bermain di Stadio Olimpico, empat gol kemenangan lewat dua gol Borja Mayoral, Rick Karsdorp dan Lorenzo Pellegrini. Sedangkan gol untuk Spezia masing-masing diciptakan oleh Roberto Piccoli, Diego Farias, dan Daniele Verde. Dengan raihan tiga poin yang diraih Roma, tim asuhan Paulo Fonseca menempati posisi ketiga klasemen dengan torehan 37 poin.

Sementara Spezia masih tertahan di peringkat 15 klasemen Liga Italia dan usai pertandingan, sang pelatih mengatakan timnya pantas mendapat kemenangan atas tamunya.

Berita terbaru:
Liverpool Prioritaskan Kontrak Baru Virgil van Dijk Atas Skor Tertinggi
Arsenal Disebut Terlalu Meremehkan Southampton
Solskjaer meminta Man Utd mengalahkan Liverpool untuk memenangkan 726 miliar bek dalam umpan ini
Milner diperkirakan akan tampil melawan Manchester United di Piala FA

Berbicara dengan Sky Sport Italia, Paulo Fonseca mengatakan kemenangan atas Spezia adalah momen yang emosional. Menurutnya, AS Roma memang pantas menang dan membuktikan bahwa dirinya dan skuadnya kompak.

Sementara itu, pelatih dari berbagai pemberitaan dikabarkan berselisih dengan Edin Dzeko dan pada akhirnya sang pemain tidak masuk dalam lineup melawan Spezia.

Namun, Paulo Fonseca membantah sanksi internal tersebut. Ia menegaskan tak ingin membicarakan Edin Dzeko, tapi yang terpenting, ia kini bahagia karena AS Roma bisa menang melawan Spezia di Serie A.

Sebagai informasi, dalam 19 pertandingan di Liga Italia mereka hanya meraih 11 kemenangan.

Sementara pertandingan Paulo Fonseca berikutnya akan menghadapi Hellas Verona dan imbang, sang pelatih punya banyak waktu untuk mempersiapkan timnya. Pasalnya, baru akan bermain pada 1 Februari mendatang. Menarik ditunggu apakah Roma bisa menang lagi atau tidak.

Fonseca ingin Roma bangkit di Coppa Italia

Bola Gila – Pelatih AS Roma Paulo Fonseca berharap timnya bisa segera bangkit dari keterpurukan melawan Lazio dengan meraih kemenangan di laga Coppa Italia tengah pekan lalu.

Mengecewakan di laga terakhir Serie A mereka saat Lazio ditenggelamkan dengan skor 3-0, ada rasa kecewa yang masih dirasakan AS Roma. Hal tersebut diakui oleh pelatih mereka, Paulo Fonseca, yang juga meminta maaf kepada fans klubnya atas penampilan yang sangat mengecewakan pada derby di ibu kota.

Berbicara dalam jumpa persnya yang juga dilansir Football Italia, meski masih merasa kecewa, Fonseca juga berpesan kepada timnya untuk berpikir jauh ke depan. Pelatih mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi, jadi itulah cara terbaik untuk memikirkan pertarungan di depan mata mereka.

Itu sebabnya Fonseca berambisi untuk menang di laga tengah pekan Coppa Italia melawan tim Serie A lainnya, Spezia. Kemenangan di laga tersebut tentunya tidak hanya akan memberikan tiket ke babak selanjutnya bagi Roma, tapi juga akan sedikit mengembalikan kepercayaan diri mereka.

Berita terbaru:
Pochettino Tidak Bisa Mendapatkan High Pressure Train PSG
Marcelo Diincar Klub Prancis Teratas
Arsenal Sulit Mendatangkan Pemain Kuncinya Norwich
SEPAKAT! David Alaba setuju dengan Real Madrid, gaji tertinggi keempat

Dengan ambisi menang, Fonseca meminta timnya mewaspadai calon lawannya. Meski posisi Spezia saat ini berada di tengah klasemen, namun punggawa Roma diminta untuk tidak meremehkannya, karena laga masih akan sangat sulit bagi I Giallorossi.

Menurut Fonseca, Spezia khususnya adalah tim yang sangat terorganisir dan selalu memiliki keinginan untuk menampilkan permainan sepakbola yang bagus. Untuk itulah, punggawa Roma tetap diminta memberikan performa terbaiknya dan melupakan pertandingan melawan Lazio.

Dengan jadwal yang semakin padat bulan depan dan persaingan Serie A yang juga ketatnya persaingan, Roma memang dituntut untuk segera bangkit dari hasil mengecewakan melawan Lazio. Jika tim besutan Fonseca tersebut kesulitan untuk bangkit, terutama di liga, maka posisi mereka di puncak klasemen kemungkinan besar akan sangat terancam oleh rival mereka yang lain.

Simone Inzaghi tak heran Lazio bisa membantai AS Roma tiga gol tanpa balas

Bola Gila – Simone Inzaghi mengaku sama sekali tak kaget dengan dominasi Lazio atas Roma dalam derbi ibu kota, Sabtu (16/1) dini hari WIB di Olimpico, karena sudah melihat sorot matanya. para pemainnya sebelum kemenangan 3-0 ini.

Lazio dengan nyaman unggul dua gol di babak pertama dengan tembakan dari Ciro Immobile dan Luis Alberto dari dalam kotak penalti, dengan kedua gol berasal dari assist dari Manuel Lazzari yang dua kali mengalahkan Ibanez di sisi kanan serangan.

Gelandang Luis Alberto kemudian menambahkan gol keduanya di babak kedua untuk memberi timnya kali pertama musim ini meraih tiga kemenangan beruntun di Serie A, menyamai kemenangan derby papan atas terbesar mereka.

Usai pertandingan, manajer Simone Inzaghi mengaku tidak terkejut dengan performa dominan mereka di derbi ibu kota karena mengetahui skuadnya saat ini memiliki fokus dan determinasi yang tepat dalam pertandingan sambil mengatakan bahwa timnya telah kehilangan beberapa poin musim ini karena jadwal yang padat. dan beberapa masalah dengan pemain yang sakit.

“Kami menampilkan performa yang luar biasa, penuh determinasi, agresi, kecepatan dan stamina. "Para pemain menampilkan performa yang luar biasa, tapi saya melihat kemarin bahwa mata mereka tepat, tidak seperti beberapa kesempatan sebelumnya," kata Simone Inzaghi. Sky Sport Italia.

"Kemenangan ini sangat memuaskan, kami menginginkannya dengan segenap kekuatan kami dan dengan bantuan dari para penggemar kami yang luar biasa, yang datang ke tempat latihan hari ini untuk memberikan dukungan mereka."

"Memang benar Lazio telah kehilangan beberapa poin musim ini, tapi itu karena kami bermain setiap dua setengah hari dengan banyak pemain yang absen karena infeksi virus, misalnya kami hanya memiliki 11-12. pemain untuk perjalanan ke Brugge. "

Roma diminta melakukan tiga hal untuk bisa mengatasi Inter

Bola Gila – Para pemain Roma diminta pelatihnya, Paulo Fonseca untuk melakukan sejumlah hal agar bisa mengatasi tantangan Inter Milan di lanjutan Serie A akhir pekan ini.

Mampu meraih tiga kemenangan beruntun di Serie A, AS Roma akan menghadapi tantangan berat untuk melanjutkan rentetan hasil bagus ini. Di penghujung pekan ini, tim asuhan Paulo Fonseca akan menghadapi salah satu kandidat kuat peraih Scudetto sekaligus rival mereka, Inter Milan.

Sadar menghadapi lawan yang tangguh, dalam jumpa persnya yang juga dilansir Football Italia, Fonseca mengingatkan timnya untuk melakukan beberapa hal penting. Menurut sang pelatih, jika ingin mampu mengatasi Inter, maka punggawa Roma diharapkan tidak melakukan kesalahan, harus tampil solid di lini belakang dan memiliki kepercayaan diri saat mampu menguasai bola.

Bagi sang pelatih, ketiga hal ini sangat penting dilakukan para pemainnya jika ingin menurunkan Inter. Fonseca sendiri juga mengatakan bahwa anak-anak asuhnya sudah mempersiapkan yang terbaik agar bisa menjalankan strateginya akhir pekan ini.

Berita terbaru
Roma diminta melakukan tiga hal untuk bisa mengatasi Inter
Hasil Sevilla vs Real Sociedad, bertahan di posisi tiga besar
Hasil Piala FA: Everton Lolos ke Babak Empat Berkat Gol Prancis 28 Tahun
Antonio Conte ingin Inter Milan mulai fokus pada hasil akhir

Meski Fonseca menyebut gaya bermain Inter tidak sulit dipahami atau dipahami, menghentikan tim Antonio Conte tidaklah mudah. Justru dengan karakter permainan yang kuat dan kualitas individu dari punggawanya yang luar biasa, I Nerazzurri adalah lawan yang sangat sulit dikalahkan.

Pelatih sendiri mengakui bahwa timnya sangat fokus pada pertandingan melawan Inter dan tidak mau memikirkan hal lain, termasuk peluang mereka sebagai salah satu pemain Scudetto. Sekali lagi, Fonseca menegaskan bahwa persaingan masih sangat panjang sehingga belum saatnya mereka memikirkan apapun kecuali pertandingan yang ada di depan mata mereka.

Meski saat ini mampu bertengger di posisi ketiga klasemen, Roma musim ini masih menemui kesulitan saat menghadapi tim-tim besar klasemen sementara Serie A.

Roma belum menyerah untuk mendatangkan bek sayap Amerika

Bola Gila – AS Roma rupanya enggan menyerah dalam perburuan mendatangkan bek muda FC Dallas Bryan Reynolds dan mengajukan tawaran baru setelah proposal kontrak awal mereka ditolak.

Keinginan AS Roma untuk semakin memperkuat timnya di bursa transfer Januari dengan mendatangkan bek muda asal Amerika Serikat, Bryan Reynolds belum pupus. Meski tawaran kontrak pertama mereka dikabarkan ditolak oleh Reynolds dan perwakilannya, tim asuhan Paulo Fonseca belum menyerah.

Menurut kabar terbaru dari Calciomercato.com, Roma melalui direkturnya, Tiago Pinto, telah kembali melakukan kontak dengan direktur teknik FC Dallas untuk membahas Reynolds. Kubu I Giallorossi dikabarkan disarankan untuk segera menyelesaikan negosiasi jika memang serius mendatangkan bek muda tersebut, mengingat persaingan yang cukup ketat.

Roma harus bersaing ketat dengan Juventus dan Club Brugge untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 19 tahun itu. Baik Nyonya Tua dan raksasa Belgia dilaporkan juga mengajukan proposal yang sangat menarik untuk Reynolds, yang belum menentukan pilihannya.

Berita Sepak Bola Terbaru
Barcelona yakin Pedri akan segera membela timnas Spanyol
Roma belum menyerah untuk mendatangkan bek sayap Amerika
Bintang Senior Lolos dari Cedera Ligamen, Fiorentina Lega
PSG Yakin Pochettino Bisa Meraih Mantan Unggulannya Dari Hotspur

Tak mau terpojok, Roma kini disebut-sebut telah menambah tawaran pribadinya, yakni dengan memberikan kontrak berdurasi 5 tahun dan gaji Rp 17,3 miliar per musim. Angka tersebut tentunya cukup menggiurkan bagi pemain yang masih berusia 19 tahun dan belum mencicipi sama sekali berlaga di Eropa selama ini.

Meski usianya masih muda, tampaknya Reynolds memang memiliki potensi yang bagus sehingga cukup banyak menarik perhatian beberapa klub papan atas, terutama Roma, Club Brugge dan tentunya Juventus. Ketiganya bisa menjadi pilihan menarik bagi para pemain, tentunya dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Mengingat usianya yang masih sangat muda, kesempatan bermain reguler sepertinya menjadi perhatian utama baginya. Pemain muda masih harus bermain cukup agar bisa terus mengembangkan kemampuannya baik secara teknis maupun mental.

Di Roma, Reynolds tentunya masih harus bersaing jika ingin mendapat kesempatan bermain sebagai pemain inti. Selama di Juve, mungkin sang pemain akan dipinjamkan hingga akhir tahun, sedangkan jika ia memilih Brugge, sangat mungkin ia dijamin akan tamil sebagai starter.